DINAS PERIKANAN KABUPATEN DONGGALA

 

GAMBARAN WLAYAH KABUPATEN DONGGALA

luas wilayah 5.275,69 Ha, secara geografis terletak antara  Kabupaten Donggala memiliki luas wilayah 5.275,69  Ha, secara geografis terletak antara 0045” Lintang Utara dan 1028” Lintang Selatan serta 119026” – 120012” Bujur Timur (data diolah, 2014)

Batas wilayah :

Ø Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Tolitoli.
Ø Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi.
Ø Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Sigi.
Ø Sebelah Barat : Berbatasan dengan Selat Makassar.

 

Kecamatan  :

Meliputi 16 Kecamatan 139 Desa  dan 9 Kelurahan.

wilayah  pesisir :  14  Kecamatan dengan  jumlah desa pesisir sebanyak  73  desa dan 2 Kecamatan berada di wilayah daratan, dengan  jumlah   77  Desa non  pesisir ( Daratan ).

Dua wilayah starategis terbagi dipetakan :

  • Kawasan Pantai Barat, meliputi Kecamatan Labuan, Tanantovea, Sindue, Sindue Tobata, Sindue Tombusabora, Sirenja, Balaesang, Balaesang Tanjung, Damsol, Sojol, Sojol Utara,

Potensi Perikanan :

Daerah pantai wilayah pesisir dengan potensi perikanan tangkap  dan perikanan  Budidaya, kawasan wisata bahari  serta kawasan konservasi.

  • Kawasan Pantai Arah Selatan/Donggala, meliputi Kecamatan Banawa, Banawa Selatan, Banawa Tengah. Khusus Kota Donggala sebagai ibukota Kabupaten Donggala, yang berada di Kecamatan Banawa,

Potensi Perikanan :

infrastruktur  perikanan sangat menunjang dengan baik dalam kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir, sehingga kegiatan  pemerintahan dan pengembangan bagi masyarakat serta pengembangan  parawisata  bahari  sangat memungkinkan.

 

POTENSI KELAUTAN DAN PERIKANAN

Sumber Daya Perikanan Laut

Potensi sumberdaya perikanan Laut khususnya pengelolaan perikanan  tangkap terdapat tiga wilayah dengan keragaan potensi Sumber Daya Ikan (SDI) Ikan Pelagis Besar, Pelagis kecil dan ikan Demersal wilayah Kabupaten Donggala sebagai berikut :

  • Potensi SDI di Selat Makassar 450 ton/tahun
  • Potensi SDI di Laut Sulawesi   950 ton/tahun
  • Potensi SDI Teluk Donggala 105 ton/tahun

Data produksi perikanan tersebut di atas menunjukan bahwa pengelolaan perikanan tangkap masih terdapat peluang pengembangan, dengan mempertimbangkan luas wilayah laut Selat Makasar yang dapat dijangkau oleh armada penangkapan nelayan  diperkirakan seluas 36.704 Km2, maka potensi sumberdaya perikanan di kawasan Selat Makasar =  36.704 Km2 x 4,5 Ton/Tahun  = 165.168 Ton/Tahun. Dari jumlah yang dapat dimanfaatkan sampai pada ambang batas lestari (Potensi Lestari) sebesar 60 % adalah 99.100,8 Ton/Tahun, sementara pengelolaan perikanan tangkap baru mencapai 10 % dengan mengunakan sarana penangkapan ikan yang umumnya didominasi perikanan tradisional.

 

Ikan Pelagis (Permukaan) dan  Ikan Demersal (Dasar)

Produksi ikan Pelagis besar antara lain : Ikan Tuna 1.131,6 Ton/Tahun, Ikan Cakalang 1.597,8 Ton/Tahun, sedangkan ikan pelagis kecil  : Ikan Lajang 2.507,2 Ton/Tahun, Katombo 1.108,2 Ton/Tahun.  Sedangkan Produksi ikan Demersal berupa ikan Kerapu/Kakap 1.5 Ton/Tahun, Daerah Penangkapan (Fishing Ground) Perairan Laut Sulawesi dan Selat Makasar. Sentra Produksi Perikanan Laut di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Labuan Bajo, Desa Bone Oge Kec. Banawa, Desa Batusuya Kec. Sindue, Desa Labean Kec. Balaesang, Desa Sioyong Kec. Damsol, Desa Tonggolobibi, Panglaseang Kec. Sojol Desa Ogoamas I dan Ogoamas I II Kec. Sojol Utara. Kegiatan usaha penangkapan ikan secara umum nelayan tradisional dalam bentuk perorangan dan kelompok nelayan dengan ukuran kapal 3 s/d 10 Gros Ton (GT).

           

 

 

  Sumber Daya Perikanan Budidaya

Budidaya Perikanan Air Laut  :

  • Rumput Laut, Kerapu, Teripang : Potensi lahan pengembangan budidaya perikanan  laut (marine culture) dengan karakteristik laut berpasir/ berlumpur/ coral  seluas + 10.364,8 Ha, untuk pengembangan ikan kerapu, teripang, kerang mutiara dan rumput laut dari luas potensi tersebut  dominan potensi budidaya Rumput Laut dan Budidaya Teripang serta Budidaya Ikan Kerapu/Kakap. Terolah seluas + 10,2 Ha. Produksi Budidaya Rumput Laut 331,5 Ton/Tahun  (Basah), 41,4 Ton (kering).  Dengan Jumlah Pembudidaya Rumput Laut 100 Rumah Tangga Perikanan (RTP). Lokasi Pengembangan usaha budidaya air laut Kec. Banawa, Balaesang,  Kec. Damsol, Kecamatan Sojol  dan Kec. Sojol Utara. Paket Teknologi umumnya masih dilakukan secara tradisional dan hanya semata-mata mengandalkan daya dukung lahan secara alamiah.

 

Budidaya Perikanan Air Payau :-

  • Udang Windu, Bandeng :Potensi perikanan budidaya air payau (Tambak) seluas + 2.654 Ha, terolah seluas + 1.291 Ha. Produksi sebesar + 15 ton/tahun,  jumlah RTP pembudidaya tambak  yang terserab sebagai lapangan kerja pengembangan budidaya perikanan air payau sebanyak 597 RTP. Lokasi Pengembangan usaha budidaya tambak Kec. Banawa Tengah, Kec. Banawa Selatan, Kec. Damsol, Kecamatan Sojol  dan Kec. Sojol Utara. Paket Teknologi umumnya masih dilakukan secara tradisional dan hanya semata-mata mengandalkan daya dukung lahan secara alamiah.

                               

 

Budidaya Perikanan Air Tawar  :

  • Ikan Mas dan Ikan Nila : Potensi pengembangan budidaya perikanan air tawar dengan potensi lahan seluas + 2.895 Ha, terolah seluas + 27 Ha., produksi sebesar 2,51 ton/tahun, produksi yang diperoleh dari kegiatan budidaya ikan di sawah, kolam dan melalui budidaya paket teknologi Keramba Jaring Apung (KJA), Budidaya Tancap di perairan umum  berupa Danau  Talaga,  Danau Rano. Jumlah RTP pembudidaya air tawar yang terserab sebagai lapangan kerja pengembangan budidaya perikanan air tawar sebanyak 51 RTP, Kawasan Budidaya Perikanan Air Tawar di Kecamatan Banawa Selatan, Kecamatan Sindue, Kecamatan Sirenja, Kecamatan Balaesang, Kecamatan Damsol, Kecamatan Sojol.

 

Sumber Daya Perairan Umum

Danau Rano, luas 288 ha, potensi ikan Mujair/nila, gabus dan mas, Potensi Pengembangan KJA dan Kolam ikan mas dan nila Danau Talaga, luas 355 ha, potensi ikan mujair/nila, mas, gabus, Potensi pengembangan KJA ikan mas dan nila Potensi Sungai, Rawa, Tanggul serta genangan air lainnya yang potensial untuk pengembangan budidaya ikan.

 

Outlook Pembangunan Kelautan Dan Periknan Kabupaten Donggala

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BACK