Sabtu, Oktober 31, 2020
Home > Berita > JMK Oxfam melakukan Audiens bersama Pemda Kab. Donggala

JMK Oxfam melakukan Audiens bersama Pemda Kab. Donggala

 Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK)-Oxfam sudah mendampingi beberapa desa di Kab. Donggala sejak Oktober 2018.

Hal ini diungkapkan oleh Officer Co dan Advocasi JMK-Oxfam Mahful Haruna saat melakukan Audience dengan Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa, SH. MH, di ruang kerja Bupati, Senin (13/7/2020).

Pada saat audience Bupati didampingi Asisten Bidang Pemerintahan Dan Kesra H. Mohamad Yusuf, SE., M. Si dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Dr. Ir. Akris Fatah Yunus, MM

Mahful mengatakan bahwa sudah melakukan beberapa hal kegiatan di Donggala pasca bencana, diantaranya yaitu pada fase pertama sudah 6 bulan tanggap darurat dan 6 bulan kemudian fase ke 2 serta fase ke 3 yang sekarang berlangsung selama 9 bulan yaitu sampai bulan September 2020.

Dimana pada fase pertama dan kedua sudah melakukan kegiatan diantaranya padat karya, pembangunan gedung serbaguna, jaringan air bersih dan kamar mandi.

Lanjut disampaikannya bahwa untuk fase ketiga JMK-Oxfam sudah masuk pada Recovery, pada Recovery tersebut Mahful mengatakan ada tiga sektor yang diprogramkan yaitu Livelihood, Sektor Wash dan Credsi.

Dimana pada program Livelihood tersebut melakukan pendampingan terhadap kelompok Pertanian, Peternakan, Nelayan dan UMKM.

Program Sektor Wash melakukan kegiatan pemasangan sistim air bersih dan program Credsi melakukan pembangunan gedung serba guna dan rehab fasilitas kesehatan.

Selain itu juga JMK-Oxfam rencananya akan menyalurkan sembako sebanyak 300 paket perdesa untuk kelompok rentan dan sekarang masih dalam pendataan serta JMK-Oxfam juga sudah membentuk forum rentan desa.

Dimana forum rentan desa tersebut terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, lansia, disabilitas, perempuan kepala keluarga dan beberapa kelompok minoritas lainnya yang ada di desa.

Sementara itu, Bupati mengatakan mendukung penuh program-program yang dilakukan oleh JMK-Oxfam.

Dimana JMK-Oxfam telah memberikan semangat kepada korban bencana dan memberikan pendampingan terhadap mata pencaharian masyarakat yang sudah terdampak bencana.

Sehingga dengan adanya JMK-Oxfam pemerintah bisa terbantu dalam rangka mengoptimalkan pelayanan dibidang sosial kesejahteraan untuk pengembangan usaha produktif dan trauma yang ada pada masyarakat yang terdampak bencana bisa pulih kembali, baik dari segi ekonomi maupun pendidikan.

“Silahkan bekerja dengan tulus, ikhlas dan menjadi motor penggerak didesanya ,” tutupnya.