BeritaNews

Proses Penerimaan Dana Stimulan untuk Korban Bencana akan diterima secara bertahap

Kepala BPBD Donggala Akris fata mengatakan proses penerimaan dana Stimulan untuk warga korban Bencana Gempa, tsunami yang rumahnya mengalami rusak parah, ringan dan sedang akan menerima bantuan dari pemerintah secara bertahap.

“untuk tahap pertama pemerintah akan memberikan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak berat, ada 1600 unit kategori rumah rusak berat yang akan kami cairkan di tahap pertama. Jika di kalkulasi 1600 unit dikaliakan 50jt perunit ada sekitar 80 M lebih dana stimulan tahap pertama akan dikucurkan, setelah selesai baru dilanjutkan ke tahap selanjtutnya ”kata Akris fatah kemarin (11/3)

Proses pencairan dana tahap pertama dilakukan berdasarkan verifikasi dan dianggap memenuhi syarat sebagai peneriman bantuan dana stimulan untuk kategori rumah rusak parah, hanya saja kata akris lagi mekanisme pencairan dana itu dilakukan satu pintu dengan sistem super ketat.

“maksud satu pintu yakni pencairan melalui bank yang ditunjuk pemerintah, untuk kota palu pemerintah menunjuk Bank mandir, Sigi BNI, dan Donggala BRI. Untuk menjaga dana yang diberikan tidak disalah gunakan buku tabungan dan sitem penarikan dibank menggunkan dua nama pertama nama penerima kedua PPK (pejabat pembuat komitmen) dari BPBD, dana tidak dicairkan jika penarikan hanya ditandatanagni oleh penerima”sebutnya.

Akris juga menambahkan proses pencairan dana stimulan tahap pertama untuk kategori rumah rusak berat calon penerima dipastikan tidak akan menerima uang secara tunai tetapi bertahap disesuaiakan dengan kebutuhan awal calon penerima bantuan, hal ini dilakukan agar dana yang diterima calon benar-benar digunakan untuk pembanguan rumah.

“bulan maret ini dana stimulan tahap pertama kategori rumah rusak berat akan dikucurkan. siapa yang mau jamin kalau doi yang dikasi tidak dipake bangun rumah hanya dibelikan motor? Olehnya BPBD akan mendampingi warga, misalnya uang 50 jt pendamping akan bertanya kepada warga bahan apa yang dibeli jika sudah dicatat kemudian secara bersama belanja ditoko bangunan, intinya warga penerima tidak diberikan memegang uang tunai semua fokus ke bahan bangunan dan upah tukang”tutupnya. (anc)