BeritaNews

Bupati Donggala menghadiri kegiatan Peduli Mangrove

Sebanyak 3000 bibit mangrove ditanam disepanjang pesir pantai kelurahan kabongan besar kecamatan banawa selasa pagi kemarin (11/3). Penananman mangrove tersebu merupakan rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh balai pengelolaan Das dan hutang lindung palu-poso, TNI, kementrian pertanian yang diwakili ibu Hj Hartatati Amran sulaiman, kemenpan, dan pemprov sulawesi tengah.

Kegiatan penanaman yang mengambil tema Penanaman Mangrove Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Membangun Peran Perempuan Dalam Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir dilaksanakan disepuluh titik secara serentak sesuai dengan agenda nasional yakni sumatra utara, lampung,banten, jawa barat, jawa tengah, kalimantan, Gorontalo,nusa tenggara barat, Maluku, Dan sulawesi tengah tepatnya donggala.

Bupati Donggala Drs. kasman lassa, S.H. dalam sambutannya mengatakan bahwa tanaman mangrove merupakan tanaman penyelamat bagi wilayah yang ada dipesisir pantai, utamanya pada saat terjadinya bencana pada tanggal 28 September 2018 kemarin,

Dimana kata Bupati Donggala lagi mangrove dapat membendung tsunami sehingga wilayah yang ada dipesisir pantai dapat terlindungi.

“atas nama pemerintah berterimakasih kepada Instansi atau Kementrian yang telah melakukan kegiatan penanaman mangrove di kabupaten donggala,karena mangrove merupakan tanaman yang kuat dan strategis”kata bupati.

“Alhamdulillah dengan kita menanam pohon mangrove, rumah – rumah penduduk yang ada di pesisir pantai wilayah Kab. Donggala dapat terlindungi, ” Ujar bupati

Sementara itu Gubernur sulteng yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Hj. Sitti Norma Mardjanu mengapresiasi setinggi – tingginya dan merasa gembira terhadap kegiatan penanaman pohon Mangrove.

“Saya berharap kegiatan penanaman Mangrove dapat ditiru secara luas oleh setiap Instansi baik itu Negeri, TNI /Polri dan Swasta maupun secara swadaya oleh Kelompok – kelompok masyarakat, Menanam pohon adalah kegiatan yang sungguh mulia dan semestinya dapat kita tularkan menjadi gaya hidup kekinian. Oleh karena itu, disamping kita giat mengeksplorasi kekayaan material alam dari perut bumi untuk kepentingan ekonomi, dan tak kalah pentingnya gubernur berharap pemrintah daerah donggala dan propinsi tetap bersinergik dalam pengelolaan lingkungan”tutupnya. (anc)