Senin, Desember 16, 2019
Home > Berita > Kemenhub Janji Evaluasi Permen

Kemenhub Janji Evaluasi Permen

Kisruh Status pelabuhan Donggala pasca terbitnya Permenhub nomor 75 dan 76 tahun 2018 ternyata juga dialami oleh hampir sebagian pelabuhan yg ada di Indonesia. Sehingga banyak pihak baik itu Pemda maupun para pemangku kepentingan pelabuhan melayangkan surat keberatannya atas terbitnya Permenhub tersebut.

Demikian yg dikatakan oleh pihak Kemenhub yg menerima kunjungan Wakil Bupati Donggala beserta rombongan DPRD Kab. Donggala. Adapun pihak Kemenhub yg menerima rombongan kabupaten Donggala adalah Kepala Humas Kemenhub, Kasubid perencanaan Kemenhub, Kabid Hukum Kemenhub, Kasubid kepelabuhanan dan Kasubid Organisasi.

Dalam paparannya yg diawali oleh Wakil Bupati Donggala menegaskan bahwa Pelabuhan Donggala adalah identitas kultur masyarakat Donggala yg memiliki nilai historis yg sangat kental dan sangat Sensitif jika berkaitan dg status kepelabuhanan. Sehingga dg adanya Permenhub tersebut seolah kembali membuka luka lama sejak tahun 1978.

Kemudian ditambahkan lagi oleh wakil Ketua DPRD Donggala bahwa mengapa Permenhub tersebut seolah hadir secara tiba2 ditengah upaya perencanaan dan pelaksanaan amanat Permenhub sebelumnya yaitu Permenhub nomor 130 tahun 2015. Apakah keberadaan Pemda dan lain-lainya tidak mendapatkan perhatian dari pihak Kemenhub sebelum menerbitkan sebuah Permenhub baru? Dan apakah tidak bisa Permenhub tersebut untuk ditarik kembali pemberlakuannya dan mengembalikan sebagaimana amanat Permenhub nomor 130 tahun 2015.

Mendapatkan pertanyaan dari Pemda Donggala tersebut, pihak kementrian perhubungan menjelaskan bahwa Permenhub sejatinya bukanlah kitab suci yg tidak bisa dirubah namun sebagai produk hukum mari kita hormati terlebih dahulu sambil kami berjanji akan mengevaluasi Permenhub tersebut sebagaimana permintaan dan banyaknya pro kontra pasca terbitnya Permenhub tersebut. Dan pihak kementrian berjanji akan menindaklanjuti permasalahan tersebut dan mengevaluasi secara menyeluruh Permenhub tersebut