Selasa, November 12, 2019
Home > Berita > BUPATI DONGGALA KASMAN LASSA MEMBUKA KEGIATAN DIALOG PUBLIK REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI KABUPATEN DONGGALA PASCA BENCANA DIWISMA DONGGALA

BUPATI DONGGALA KASMAN LASSA MEMBUKA KEGIATAN DIALOG PUBLIK REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI KABUPATEN DONGGALA PASCA BENCANA DIWISMA DONGGALA

Kamis, (10/1/2019), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Donggala, menggelar dialog Publik Rehabilitasi dan Rekontruksi yang dipimpin langsung oleh Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa, SH, pasca bencana di Propinsi Sulawesi Tengah khususnya di Palu,Sigi dan Donggala (PASIGALA), Bertempat di Wisma Donggala Palu.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Asisten, Pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Donggala, Pimpinan OPD Propinsi Sulawesi Tengah dan camat Se-Kabupaten Donggala. Dalam sambutan lepasnya bupati mengatakan, untuk percepatan rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana gempa bumi dan tsunami, Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden (INPRES) No 10 Tahun 2018 dan INPRES No 28 Tahun 2018 tentang satuan penanggulangan bencana. Tugas dari satgas itu sendiri adalah melakukan pendataan, ferifikasi, pengawasan dan pendampingan. “Di Kabupaten Donggala ada tiga hal yang dapat menjadi perhatian pertama adalah terkait dengan penilaian rumah huntaran, ke dua dikeluarkannya keputusan tentang rawan bencana dan ketiga berkaitan dengan relokasi, ” ujarnya

Bupati berharap dengan adanya dialog ini, dapat menghasilkan suatu masukkan dan pendapat yang dapat menjadikan suatu informasi-informasi yang dapat dijadikan panduan untuk mengantisipasi penanggulangan bencana.

Sementara itu, sekretaris BAPPEDA Kabupaten Donggala Yeni sj. Amir. SH. M.Si dalam laporannya menyampaikan tujuan dilaksanakannya dialog ini adalah untuk panduan bagi pemerintah daerah, para pemangku kepentingan dalam melaksanakan pengkajian akibat dampak pasca bencana dan tersedianya informasi yang berbasis pada bukti-bukti akurat dalam penyusunan perencanaan aksi rehabilitasi, rekontruksi dan tindakan pemulihan pasca bencana. Adapun peserta kegiatan berjumlah 65 orang, yang terdiri dari 10 perwakilan dari OPD Propinsi, 12 perwakilan OPD donggala, 4 perwakilan dari kecamatan dan 9 perwakilan dari kelurahan yang terkena dampak bencana, NJO, LSM, organisasi pemuda, para kapolsek yang ada di wilayah-wilayah terdampak bencana, para pakar atau pengamat kebencanaan dilingkup Sulawesi Tengah, perwakilan dunia usaha, media cetak dan elektronik.