Pembukaan Sosialisasi TP4D

Bupati Donggala Membuka Sosialisasi Tim Pengawal Dan Pengaman Pemerintahan Dan Pembangunan Daerah (TP4D) Dalam Mengimplementasi Pengelolaan Dana Desa Menuju Kabupaten Donggala Dan Kabupaten Sigi Zero Corruption yang ditandai dengan pemukulan Gong oleh Bupati Donggala yang didampingi oleh Pejabat Kejaksaan Negeri Donggala,Para Staf Ahli, Para Asisten ,Para Pimpinan OPD Kabupaten Donggala, dan para Pejabat dari Kabupaten Sigi serta disaksikan oleh Para Camat Baik dari Kabupaten Donggala maupun Kabupaten Sigi serta Para Kepala Desa se Kabupaten donggala dan Kabupaten Sigi Pada Hari Kamis 24 Agustus 2017 Bertempat Di Wisma Donggala.

PLT Kajari Donggala Bapak Suwarno SH, MH dalam sambutannya menyampaikan berkaitan dengan hal tersebut diatas Jaksa Agung Republik Indonesia melalui Jaksa Agung Muda Intelejen telah memberi instruksi pada hari kamis 24 Augustus 2017 secara serentak untuk melakukan sosialosai Peran TP4D dalam pengelolaan dana desa kepada seluruh kepala desa yang ada di indonesia dari sabang sampai merauke pada 34 propinsi.

Lanjut disampaikannya adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang kewenangan kejaksaan dalam hal pengawasan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan Dana desa melalui Peran (TP4D).
Kejaksaan membuka pintu seluas-luasnya kepada para Kepala Desa untuk meminta pengawalan dan pengamanan dalam implementasi Dana desa.

Sehingga diharapkan kepada para Kepala desa di dalam melaksanakan pembangunan tidak lagi merasa ketakutan atau paranoid atau merasa akan dikriminalisasi serta melakukan kesalahan dalam hal penggunaan Dana desa sehingga Dana desa dapat bermanfaat maksimal mungkin bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa SH dalam sambutannya menyampaikan dengan kegiatan ini tentunya juga merupakan salah satu momentum yang sangat penting dan strategis untuk harus kita tindak lanjuti, dalam rangka untuk mengemban dan sekaligus membantu memperkecil kerja-kerja yang berkaitan dengan sosialisasi hari ini yang berkaitan dengan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan dalam perundang-undangan yang berlaku,Dan ini dikandung maksud terkait dengan penggunaan anggaran terutama yang berkaitan dengan anggaran yang berhubungan dengan APBN dan anggaran yang berhubungan dengan APBD. Oleh karena itu kami pemerintah Daerah Kabupaten Donggala dengan Tim yang sudah terbentuk insaallah kita bekerja dengan sepenuh hati dan setiap saat melaporkan tindakan-tindakan yang tidak semestinya dilakukan.

Lanjut disampaikannya adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang kewenangan kejaksaan dalam hal pengawasan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan Dana desa melalui Peran (TP4D).
Kejaksaan membuka pintu seluas-luasnya kepada para Kepala Desa untuk meminta pengawalan dan pengamanan dalam implementasi Dana desa.

Sehingga diharapkan kepada para Kepala desa di dalam melaksanakan pembangunan tidak lagi merasa ketakutan atau paranoid atau merasa akan dikriminalisasi serta melakukan kesalahan dalam hal penggunaan Dana desa sehingga Dana desa dapat bermanfaat maksimal mungkin bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa SH dalam sambutannya menyampaikan dengan kegiatan ini tentunya juga merupakan salah satu momentum yang sangat penting dan strategis untuk harus kita tindak lanjuti, dalam rangka untuk mengemban dan sekaligus membantu memperkecil kerja-kerja yang berkaitan dengan sosialisasi hari ini yang berkaitan dengan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan dalam perundang-undangan yang berlaku,Dan ini dikandung maksud terkait dengan penggunaan anggaran terutama yang berkaitan dengan anggaran yang berhubungan dengan APBN dan anggaran yang berhubungan dengan APBD. Oleh karena itu kami pemerintah Daerah Kabupaten Donggala dengan Tim yang sudah terbentuk insaallah kita bekerja dengan sepenuh hati dan setiap saat melaporkan tindakan-tindakan yang tidak semestinya dilakukan.

 

BACK