Bupati Donggala menyerahkan SK Remisi secara Simbolis Kepada Narapidana Rutan Donggala

Bupati Donggala saat menyerahkan SK remisi kepada perwakilan Narapidana di Rutan Klas II Donggala, kemarin.
120 Warbin Rutan Donggala Dapat Remisi Kabar baik menghampiri ratusan Warga Binaan (Warbin) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Donggala. ya, dihari kemerdekaan Republik Indoensia yang ke-72 tersebut, ratusan warbin mendapat remisi atau potongan masa tahanannya.
Secara simbolis, Bupati Donggala, Drs Kasman Lassa SH memberikan remisi kepada beberapa warbin pada saat pelaksanaan upacara pemberian remisi di Rutan, Kamis (17/8) kemarin.
Menurut Kasman, pemerian remisi terhadap narapidana dan anak hari ini bukan semata-mata merupakan suatu hak yang didapatkan dengan mudah dan bukan pula merupakan bentuk kelonggaran-kelonggaran agar narapidana dapat segera bebas, namun pemberian remisi tersebut kata Kasman merupakan suatu bentuk tanggung jawab untuk terus menerus memenuhi kewajiban untuk ikut dalam pelaksanaan program pembinaan.  “Selain itu pemerian remisi dimaksudkan juga untuk mengurangi dampak negative dan subkultur tempat pelaksaaan pidana serta dapat menjadi sebuah stimulant dalam menghadapi deprivasi dan efek destruktif dari pidana perampasan kemerdekaan,” serunya.

Kasman menyampaikan selamat kepada seluruh narapidana yang mendapatkan remisi. Dia berharap, para narapidana khususnya yang telah bebas agar tidak mengulangi kembali perbuatan melanggar yang melanggar hukum. “Kembalilah kepada keluarga dan jadilah masyarakat yang baik dan insan yang taat hukum. Khususnya kpead ajajaran pemasyarakatan, tetaplah menjadi pelayan masyarakat yang mempunyai semangat mengabdi dengan tulus dan ikhlas penuh dedikasi, memiliki komitmen untuk menjaga integritas moral dan memiliki keyakinan untuk membangun pemasyarakatan yang lebih baik,” pesannya saat menjadi inspektur upacara.
Sementara itu kepala Rutan Klas II Donggala, Drs Safiuddin SH mengungkapkan, saat ini jumlah Warbin di rutan donggala sebanyak 296 orang yang terdiri dari 153 narapidana dan sisanya merupakan tahanan. Dari 153 narapidana tersebut rutan donggala telah mengusulkan sebnyak 121 orang untuk mendapatkan remisi. “Namun baru 120 yang sudah ada SK nya. Sedangkan satu orang tersebut belum ada SK nya karena terkait dengan kasus narkoba dengan masa penahanan selama 10 tahun. Jadi SK nya harus di tanda tangan oleh Menteri langsung,” sebutnya.
Dari 120 orang tersebut kata Safiuddin, kasusnya memang bermacam-macam, mulai kasus penyalagunaan narkoba, penganianayaan, pencabulan, pencurian hingga illegal logging. Remisi yang diberikan juga bermacam-macam, mulai dari satu bulan hingga 4 bulan. “Sayarat mendapat remisi sendiri, narapidana harus menjalani masa tahanannya selama enam bulan. Di masa itu narapidana harus berkelakuan baik dan berhasil mengikuti kegiatan pembinaan dalam rutan, salah satunya kegiatan keagamaan,” ujarnya.
Safiuddin menambahkan, selain pemberian remisi, HUT RI kali ini, Rutan juga menyelenggarakan brbagai macam lomba tradisional khas Indonesia, seperti lomba lari bakiak, lomba balap karung dan masih banyak lainnya. “Kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Kementerian Hukum dan HAM,” tambahnya.

 

BACK