Bupati Donggala Membuka Rapat Evaluasi Pencegahan Korupsi

Pertemuan ini merupakan pertemuan yang sangat fundamental dan strategis dalam menegakan panji-panji penyelenggaraan tata kelola Pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Demikian sambutan Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa SH ketika akan membuka Rapat Evaluasi Koordinasi Supervisi Pencegahan Korupsi Terintegrasi, 1 agustus 2017, bertempat diruang kasiromu.

Dikatakannya dengan komitmen yang sungguh-sungguh mengupayakan pemcegahan dan pemberantasan korupsi. “Secara khusus saya menyampaikan bahwa saat ini selaku Bupati Donggala bersama jajaran OPD dan DPRD Kab Donggala senantiasa berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan tindak lanjut MOU antara Pemda Donggala dan Pemda Surabaya serta Pemda Sidoarjo, yang difasilitasi oleh KPK pada tanggal 8 november 2016”. Sebutnya

disampaikannya, Pemerintah Kab Donggala pada dasarnya sangat mendukung langkah-langkah dan upaya yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memberangus habis praktek korupsi dengan melaksanakan program baik penindakan maupun pencegahan seiring dengan meningkatnya kasus-kasus korupsi.

“Saya sangat sepakat bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan perbaikan mulai dari hulu hingga hilir artinya bukan hanya dilihat pada saat sudah terjadinya korupsi melainkan juga dari penyebab dan celah sehingga terjadi suap”. Jelas bupati

Lanjut Bupati menyampaikan dalam rangka penerapan e-Government, diperlukan langkah-langkab percepatan penerapan system aplikasi. “Saya telah menginstruksikan kepada Tim tindak lanjut dengan pokjanya segera melakukan langkah-langkah kongkrit untuk merealisasikan e-Government tersebit”. Terangnya

“Melalui kesempatan yang baik ini saya sangat berharap pada semua jajaran OPD kiranya semua pelayanan harusnya berbasis elektronik dan terintegrasi satu sama lain”. Tutupnya.

Sementara itu anggota Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK Tomy Moutomo dalam sambutannya menyampaikan upaya-upaya pencegahan korupsi melalui sosialisasi gravitasi atau mungkin kajian-kajian penelitian dan juga seperti sosialisasi anti korupsi.

“Kita ada disini sebagai salah satu tuls pencegahan korupsi dimana kita diminta untuk lebih dekat pada Pemerintah daerah termasuk legislatif”. Jelas tomy

 

BACK