Tak Berkategori

Dari Tujuh Negara Kunjungi Kota Donggala

Dipertengahan tahun 2017 kali ini, Pemerintah Kabupaten Donggala mendapat kunjungan tamu istimewa. ya, pemerintah kabupaten donggala mendapat kunjungan dari negara sahabat. Tak tanggung tanggung tujuh negara secara bersamaan menyambangi daerah daerah berjuluk kota tua tersebut.

Tamu dari sejumlah negara itu adalah, Myanmar, Bangladesh, Mongolia, India, Pakistan, Afganistan, dan Kanada. Kedatangan rombongan dari tujuh negara disambut hangat oleh Bupati Donggala Drs, Kasman Lassa SH yang diiringi tarian penyambutan khas daerah donggala.

Bupati Kasman pun mengapresiasi kedatangan perwakilan dari masing – masing negara, dalam rangka era desentralisasi khususnya UU Nomor 23 tahun 2014 tetang Pemerintah Desa. pada kesempatan itu, Kasman mengungkapkan soal roda pemerintahan di Donggala yang berkaitan dengan desa. Salah satunya adalah pemberian 10 % APBD untuk desa dan pengentasan kemiskinan di seluruh wilayah Kabuapten Donggala. 

Kata Kasman, yang menjadi salah satu upaya yang diprioritaskan dilakukan di Donggala adalah memberi penguatan kepada pemerintahan desa khususnya iklim usaha dengan membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). ” BUMdes sendiri adalah mitra kerja dari pemerintah desa. oleh karna itu diupayakan bagaimana BUMdes ini bisa berperan dan bisa membantu pemerintah desa membangun desa,” ujarnya

Kedatangan tamu dari tujuh negara tersebut juga tak lepas dari inovasi yang dilakukan oleh Pemkab Donggala dalam roda pemerintahannya. Hal itu diungkapkan oleh ketua penyelenggara sekaligus projrct manager Inspire for Civil Society and Open Governance Unit, Ririn Sefsani

Kata dia, Donggala sendiri menjadi Kabupaten percontohan soal pengalokasian dana desa yang berasal dari APBD sebesar 10 persen. disamping itu kata dia ( Ririn ), para petinggi pemerintahan dari masing masing negara tersebut juga ingin tahu praktik langsung dari desentralisasi khusus pembagian urusan dan pembantuan. ” Contohnya yang menarik adalah tentak alokasi dana desa 10 persen, sekaligus soal pengentasan kemiskinan dengan langsung memberikan penguatan ekonomi masyarakat. Hal inilah yang ingin diketahui lebih jelas dari masing masing negara,” ujarnya.

Banyaknya inovasi yang dilakukan Pemkab, kata Ririn, membuat anggota delegasi dari tujuh negara semakin tertarik untuk belajar dari Kabupaten Donggala. “Jadi kesimpulannya, mereka ingin lebih tahu bagaimana desentralisasi dilakukan di Indonesia, karena mereka mau melakukan hal yang sama di negaranya,” tandasnya.