Selasa, Maret 31, 2020
Home > Tak Berkategori > PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XX TAHUN 2016

PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XX TAHUN 2016

Penetapan peringatan Hari Otonomi Daerah secara nasional setiap tanggal 25 april didasarkan pada keputusan Presiden Republik Indonesia No 11 tahun 1996 tentang Hari Otonomi Daerah demikian sambutan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang dibacakan oleh Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa SH selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XX, bertempat di halaman kantor Bupati Donggala. Tema peringatan hari Otonomi Daerah ke XX adalah “Memantapkan Otonomi Daerah Menghadapi Tantangan Masyarakat Asean (MEA)”.
“Makna dari tema tersebut diantarannya seiring dengan telah diberlakukan kebijakan masyarakat ekonomi asean pada Tahun 2016 ini, seluruh pemerintah daerah harus menata seluruh elemen otonomi daerah, agar Indonesia tidak menjadi penonton dalam era persaingan bebas tersebut. Dalam era masyarakat ekonomi asean diberlakukan 5 arus bebas dalam aktivitas ekonomi antar negara asean yaitu, arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas tenaga kerja terampil, arus bebas modal dan arus bebas investasi”. Jelasnya

Dikatakannya berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF)dalam global compatitiveness tahun 2015-2016. “Dari hasil survey peringkat daya saing 144 negara, daya saing Indonesia berada pada peringkat ke 37, masih berada dibawah negara asean lainnya, seperti Singapura ke 2, Malaysia ke 18 dan Thailand ke 31”. Terangnya Selanjutnya, hasil survey doing business oleh International Finance Coorporation (IFC) World Bank tahun 2015, menyatakan bahwa untuk penyelesaian perizinan melalui usaha di Indonesia masih membutuhkan waktu rata-rata 52,5 hari, sedangkan Vietnam 24 hari, Thailand 27,5 hari, Timor Leste 10 hari, Malaysia 5,5 hari dan Singapura 2,5 hari. “Informasi tersebut memberi gambaran bahwa dalam penyelesaian ijin memulai usaha, Indonesia masih jauh berada dibawah negara lainnya dikawasan Asean”. Ungkapnya
Olehnya itu, dalam rangka mempercepat pencapaian tujuan nawa cita mewujudkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan negara dibidang ekonomi, dan mendorong pertumbuhan iklim investasi di Indonesia. “Bapak Presiden RI telah memberikan arahan kepada seluruh Menteri, Kepala Lembaga Pemerintahan Non Kementerian, Gubernur dan Bupati/Walikota untuk segera melaksanakan simplifikasi regulasi yang menjadi kewenangan masing-masing dengan kurun waktu regulasi yang diterbitkan pada tahun 2006-2015”. Tegasnya
Lanjut dikatakan Bupati pada pelaksanaan hari otonomi daerah ke XX tahun 2016 ini, pemerintah akan mengumumkan peringkat kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah untuk masing-masing provinsi dan kabupaten/kota. “Pemerintah berharap, hasil evaluasi tersebut menjadi pendorong bagi setiap pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah, dalam rangka memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat”. Sebutnya
Lebih jauh disampaikannya dalam upaya meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah, harus terwujud sinergi penyelenggaraan pemerintah secara nasional. Dalam hal ini, setiap kebijakan nasional harus ditindak lanjuti menjadi kebijakan daerah yang disesuaikan dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masing-masing daerah. “Oleh karena itu, kebijakan Nawacita atau 9 agenda prioritas pemerintah kabinet kerja harus menjadi rujukan dalam menetapkan rencana pembangunan jangka menengah daerah dan rencana kerja pemerintah daerah serta mampu dilaksanakan secara efektif”. Tutupnya
Pada peringatan Hari Otonomi Daerah ke XX tersebut bertindak sebagai komandan upacara Dudi Utomo Adi S.STP M.si, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kab Donggala H. Aidil Nur SH Msi, para Pimpinan SKPD dilingkungan Pemerintah Kab Donggala dan seluruh peserta upacara.