Tak Berkategori

Bupati Donggala Meresmikan Ratusan Proyek Fisik di tiga Wilayah Kecamatan

Di hadapan ratusan masyarakat di Desa Saloya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Bupati Donggala Drs Kasman Lassa SH, meresmikan ratusan proyek fisik di tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Sindue, Sindue Tombusabora, dan Sindue Tobata, Sabtu 16 januari 2016 pekan kemarin. Ratusan proyek itu, merupakan hasil pekerjaan dari sejumlah dinas atau instansi di lingkup Pemerintah Kabupaten Donggala yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2015 lalu. Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan 9 prasasti proyek fisik itu, merupakan rangkaian dari kegiatan bupati yang datang di Desa Saloya untuk melakukan audiens bersama masyarakat serta menggelar upacara adat, yang bermakna ungkapan syukur kepada sang pencipta, atas hasil panen yang melimpah, yang dikenal dengan sebutan adat no vunja. Hadir pula ditengah masyarakat Desa Saloya, ketua DPRD Donggala Moh Yasin S.Sos. Ketua TP-PKK Kabupaten Donggala Ny Indotang K Lassa S.Sos, sejumlah asisten di sekretariat daerah Kabupaten Donggala, serta seluruh pimpinan SKPD di jajaran Pemerintah Kabupaten (PemkaB-) Donggala. Ratusan proyek itu, merupakan hasil kerja nyata jajaran Pemkab Donggala yang telah berjalan dua tahun, di bawah kepemimpinan bupati, Kasman Lassa serta wakilnya Vera Elena Laruni SE.

Dalam sambutannya, Bupati menerangkan, ratusan proyek itu seperti, yang telah dilaksanakan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan sejumlah dinas lagi pada tahun anggaran 2015 lalu. Dan selanjutnya ditahun 2016 ini, banyak yang juga akan dilaksanakan, baik di tiga kecamatan itu, termasuk, di seluruh Kabupaten Donggala. Apa yang telah lakukan sejak tahun pertama lanjut Kasman, merupakan komitmen yang sangat tinggi, atau sebuah konsep pembangunan dalam bahasa hari-hari. “Namun selanjutnya telah dituangkan ke dalam bahasa perencanaan. Dan perencanaan itu telah masuk dalam sebuah rencana pembangunan jangka panjang dan pembangunan jangka menengah daerah,” ungkapnya dihadapan masyarakat serta jajaran pejabat yang hadir pada saat itu pula.

Rencana pembangunan itu lanjut Bupati, kemudian didesain sedemikian rupa. Sehingga melahirkan 15 pilar  pembangunan berbasis kerakyatan. Komponen yang tertuang di dalam 15 pilar itu, semuanya telah terkafer, dan semua telah dilaksanakan selama ini. Selain itu sambungnya, 15 pilar yang merupakan penjabaran dari visi-misi Pemkab Donggala itu, telah dikonsumsikan ke dalam  pembangunan, yang bermuara pada langkah strategis, serta mengarah kepada arah kebijakan yang ada. “Olehnya ke 15 pilar ini, sudah menjadi ketentuan yang patut dipahami bersama untuk terus dilaksanakan. Agar selanjutnya dapat meningkatkan daya saing daerah desa dan kecamatan, yang bermuarah pada pembangunan pemerintahan berbasih kerakyatan,” sebutnya

Apa yang telah dilaksanakan selama ini lanjutnya, tetap masih sebatas disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Karena bukan satu atau dua kecamatan yang hanya akan dibiayai, tapi ada 16 kecamatan, 158 desa, dan 9 kelurahan. Meski dihadapkan dengan kondisi itu, secara bertahap komitmen Pemkab Donggala dibawah kepemimpinannya, akan terus berjuang dan bekerja memajukan masyarakat dan daerah bersejarah di Sulteng tersebut.

“Wujud nyata yang dilakukan pemerintah itu, adalah peresmian proyek-proyek fisik tahun anggaran 2015 di wilayah sindue ini. Serapan anggaran di wilayah sindue ini, kurang lebih Rp 10 miliar dan itu harus disyukuri. Kondisi ini, bukan karena prioritas, tapi merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Daerah kepada kecamatan-kecamatan ini. Kini yang kita harapkan kembali adalah perhatian masyarakat agar pemerintah tidak betepuk sebelah tangan. Pemerintah dan masyarakat harus tumbuh, menjalin dan terus membangun kerjasama yang baik,”  Tandasnya.