Tak Berkategori

Pembukaan MTQ Ke-36 Tkt. Kab. Donggala Tahun 2015

Pembukaan MTQ  Penyelenggaraan MTQ ke 36 tingkat Kabupaten Donggala 2015 di Desa Kola Kola Kecamatan Banawa Tengah, berlangsung meriah yang dikemas berbeda dengan penyelenggaraan MTQ sebelumnya.

Sejumlah aktrasi pembukaan yang dimeriahkan tarian massal anak-anak Banawa Tengah,  Drum Band dan defile kafilah dari 16 kecamatan serta pengibaran bendera MTQ oleh paskibra asal Banteng melengkapi kemeriahan pembukaan MTQ yang juga dipadati penonton dan para pedagang kaki lima. Tidak lupa pula dilakukan pengambilan sumpah dewan hakim MTQ oleh Bupati Donggala.

Kedatangan Bupati Donggala, Kasman Lassa bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Donggala, Indotang Kasman disambut tarian penjemputan yang disaksikan ribuan pasang mata.

Kemudian bupati beserta pejabat daerah se Kabupaten Donggala, memasuki panggung bernama Sou Raja tempat para undungan duduk menyaksikan serangkaian acara pembukaan.

Desa Kola Kola yang disulap bagaikan sebuah kota yang indah, ditingkahi lampu hias kerlap kerlip, seolah berada di tepi laut, karena disisi arena MTQ berlabuh sebuah kapal bernama KM, De Latope  yang telah siap berlayar menuju pelabuhan Donggala.

Bupati Donggala, Kasman Lassa dalam sambutannya menjelaskan bahwa keberadaan kapal ini juga mengingatkan pada kejayaan pelabuhan Donggala dimasa lalu, saat sejumlah kapal besar, seperti KM.Gunung Jati, KM.Belo Abeto, KM.Tampomas, KM.Bogowonto yang semua itu kini tinggal kenangan, tapi meninggalkan bukti nyata.

Kata bupati yang berasal dari Desa Kola Kola itu, dalam sejarah Tenggelamnya kapal Gliriraja, Moro, Nuburi dan Mutiara sampai saat ini telah menjadi saksi bisu terhadap keberadaan pelabuhan Donggala yang mendunia. “Insya allah hari ini kita harus berjuang bersama mengembalikan kejayaan pelabuhan Donggala di Banawa,”tandasnya.

Bupati menggambarkan keberadaan pelabuhan Donggala  yang aktifitasnya telah pindah ke Pantoloan seiring dengan berdirinya Kota Palu, membuat masyarakat kabupaten Donggala kehilangan aktifitas pelabuhannya, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali merebut kembali aktifitas pelabuhan Pantolan, khususnya dengan mengaktifkan pelabuhan penumpang di Donggala yang dilayari kapal milik Pelni.  “Pada saat ini seluruh dokumen dari kementrian terkait sudah lengkap dimiliki Pemkab Donggala, tinggal menunggu penetapan route kapal penumpang dari dan ke Donggala yang akan ditender. Sambil menunggu tender itu dibangun pula terminal penumpang pelabuhan Donggala yang akan selesai Januari 2016,” tandasnya.

Pembukaan MTQ yang dihadiri anggota DPD RI, Ahmad Malonda, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Donggala, Moh. Yasin dan Abd. Rasyid serta sejumlah pejabat forkompimda dan kepala SKPD Pemkab Donggala, dibacakan pula tentang kisah KM. De Latope yang merupakan sejarah tentang kejayaan kerajaan Banawa yang terbagi dalam tiga wilayah hingga ke perbatasan Kabupaten Tolitoli dan Pasang Kayu Kabupaten Mamuju Utara. Dengan ilustrasi semangat KM. De Latope, Bupati melayari Kabupaten Donggala untuk bertemu rakyatnya, membangun semangat untuk bergerak bersama membangun kabupaten yang dulu pernah jaya.

 Sambutan lain disampaikan Ketua Dekab Donggala, Moh. Yasin dan Kepala Kementrian Agama Kabupaten Donggala yang intinya mengharapkan agar pelaksanaan MTQ dapat berlangsung lancar dan menjadi momentum untuk membangun semangat umat islam dalam menghayati dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.