Tak Berkategori

Launching PTPK-BBK/GARPUJAGASIDES

bedah kampung Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa SH yang didampingi Wakil Bupati Donggala Vera Elena Laruni SE membuka secara resmi Peluncuran Launching Program Terpadu Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Bedah Kampung/Gerakan Pengembangan Usaha Kerja Keluarga Berbasis Desa (PTPK-BBK/GARPUJAGASIDES). Bertempat dikantor Camat Sindue, 24 november 2015.

Dalam sambutannya Bupati Donggala mengatakan sebagaimana kita ketahui bahwa Kab Donggala memiliki penduduk miskin yang cukup tinggi yakni sebesar 16,22% pada tahun 2014, angka ini masih berada diatas capaian rata-rata prop sulteng sebesar 13,61% rahun 2014 dan rata-rata nasional sebesar 11,25%. “Kondisi ini memerlikan keseriusan dari semua pihak untuk bersama -sama mendorong akselerasi penurunan angka kemiskinan di kab donggala melalui berbagai program yang dilaksanakan secara efektif”. Jelasnya.Dikatakannya dalam RPJMD kab donggala 2014-2019 telah dicantumkan program penanggulangan kemiskinan sebagai cress program Pemda yang diberi jargon ‘Isemapa Maipiapa’. “Jargon isemapa maipiapa mengandung filosofi yang sangat mendalam, masih banyaknya rumah tangga miskin khususnya rumah tangga sangat miskin yakni sebanyak 9.958 RTM adalah menjadi tanggung jawab kita semua baik Pemda, swasta dan masyarakat untuk bahu membahu mempercepqt meningkatkan tingkat kesejahteraan warga masyarakat yang tetgolong prasejahtera”. Sebut Bupati.Lanjut disampaikannya seiring dengan makna kata isemapa maipiapa yang artinya ‘Kalau Bukan Kita Siapa Lagi, Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi’ mengisyaratkan bahwa masyarakat Kab donggala dalam meningkatkan kualitas dirinya, harus dimulai dari diri sendiri, harus dimulai saat ini, harus dimulai dari apa yang dapat dan mampu dilakukan. “Sehingga apa yang dicita-citakan oleh pemda melalui visi dan misinya Insya Allah dapat terwujud pada lima tahun mendatang”. Terangnya.Perlu saya sampaikan bahwa dengan berbagai program penanggulangan kemiskinan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah baik pusat dan daerah antata lain program keluarga harapan, program beras miskin, bantuan siswa miskin, bantuan jaminan kesehatan, bantuan rumah layak huni, bedah rumah, PNPM, mandiri pedesaan dan program lainnya, namun pencapaian keberhasilan menurunkan angka kemiskinan masih sangat lambat. “Olehnya itu berbagai program penanggulangan kemiskinan perlu didorong dan ditingkatkan secara terus menerus”. Tegas Bupati.Katanya lagi berdasarkan data tahun 2009-2013 tercatat bahwa 2.559 keluarga atau sebesar 2% keluarga miskin berhasil keluar dari kategori miskin tetapi masih rentan miskin, 3.838 atau 3% berhasil keluar dari kategori sangat miskin tetapi tetap miskin, 900 atau 0,7% keluarga miskin berhasil keluar dari kategori sangat miskin tetap jatuh lagi dalam kemiskinan. Dan 2500 atau 2% keluarga miskin masih dalam kemiskinan kronis.”Mengacu pada permasalahan dan kondisi yang ada maka program penanggulangan kemiskinan yang telah diagendakan selama 5 tahun dalam RPJMD 2014-2019 difokuskan untuk menginterbensi rumah tangga sasaran secara individu bukan secara kelompok dan diorientasikan untuk membantu mata pencaharian sebagai lapangan usaha RTM terutama dibidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, industri rumah tangga dan pertukangan”. Ungkapnya¬†Lebih jauh dikatakannya sasaran program ini diutamakan didesa-desa yang memiliki penduduk miskin tertinggi dan RTM sebagai penerima manfaat harus diusulkan oleh desa dengan mengacu pada data TNP2K. “Disisi lain konsep pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan ini adalah memberdayakan seluruh anghota keluarga berdasarkan lapangan usaha dibidang masing-masing keluarga, sehingga kegiatan ini diberi nama Gerakan Pengembangam Usaha Kerja Keluarga Berbasis Desa (GARPUJAGA-SIDES)”. Tutupnya.

#roitBagHumas