kunjungan Menteri perindustrian RI

FB_IMG_1447816349120

Menteri Perindustrian Resmikan Pabrik Es di Donggala Hajatan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Saleh Husin, untuk meresmikan pabrik Es Balok di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI), di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah telah terlaksana, Selasa 17 november 2015 Kehadirannya bersama rombongan dari kementerian perindustrian, serta didampingi rombongan dari Pemprov Sulteng, disambut hangat Bupati Donggala Drs Kasman Lassa SH dan Wakil Bupati Donggala Vera Elena Laruni SE serta sejumlah pejabat di Pemkab Donggala, yang telah menunggu di PPI DDonggala.

Penyambutan menteri diwarnai dengan tarian Meaju dan Mukambu, yang menjadi khas Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Donggala ketika menyambut tamu-tamu besar. Bukan hanya itu, disepanjang jalan masuk ke dalam PPI Donggala, ratusan siswa SMA dari berbagai sekolah di Kota Donggala, juga turut menyambut kehadiran menteri. Mengawali sambutannya, Bupati Donggala Drs Kasman Lassa SH mengucapkan selamat datang kepada menteri beserta rombongan. Dikatakannya, panjang pesisir pantai Kabupaten Donggala adalah 414 KM dengan 15 pulau kecil yang berada disekitarnya dan memiliki potensi perikanan tangkap mencapai 99.100,8 ton pertahun. Berdasarkan data tersebut kata Kasman, dapat disimpulkan bahwa perikanan merupakan sumber mata pencaharian utama sebagian masyarkat di Kabupaten Donggala. "Akan tetapi pada kenyataannya pendapatan nelayan masih tetap rendah. Dan yang menjadi salah satu penyebabnya adalah kekurangan es balok untuk mengawetkan ikan, sehingga nelayan terpaksa harus segera menjual hasil tangkapannya dengan harga yang relatif murah agar tidak membusuk," ungkapnya. Keberadaan Pabrik Es Balok yang merupakan bantuan dari Menteri Perindustrian, diharapkan dapat mengatasi persoalan yang ada tersebut dan sekaligus akan memajukan bisnis perikana di wilayah Kabupaten Donggala.
Setelah dibangunnya konstruksi fisik pabrik es balok ini, kini Pemerintah Kabupaten Donggala mempunyai tanggung jawab berkelanjutan bagi pabrik itu. "Untuk itu kami berencana untuk berkoordinasi dengan semua stakeholder baik instansi pemerintah maupun swasta untuk menyelenggarakan pelatihan, kepada penerima manfaat langsung dari pembangunan pabrik es balok ini yakni nelayan, pedagang ikan dan pengusaha industri pengolahan ikan yang beraktivitas khususnya di pelabuhan pendarata ikan (PPI) Donggala, yang tegabung dalam koperasi nelayan dan pedagang ikan," sebutnya lagi. Bupati Donggala ketika itu, mengharapkan kepada Menteri Perindustrian agar dapat memperhatikan dan merealisasikan beberapa usulan program dan kegiatan yang menjadikan sektor industri sebagai salah satu yang mendorong perekonomian masyarakat. 
Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya mengatakan bahwa bantuan pabrik Es balok di Sulteng merupakan bantuan yang ke 13 yang telah diturunkan oleh Kementerian Perindustrian bagi Provinsi di Republik Indonesia ini. Kepada Pabrik Es yang baru saja diresmikannya di PPI Donggala, menteri menitipkan pesan kepada Pemerintah Kabupaten Donggala agar bertanggung jawab dan memperhatikan ketersedian listrik di PPI Donggala. "Sehingga pabrik Es Balok dapat beroperasi secara continue. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan es balok di Kabupaten Donggala dan sekitarnya," pesan menteri. Menteri Perindustrian yang datang bersama salah satu pejabatnya yakni Dirjen IKM juga memberikan angin segar bagi Pemkab Donggala. Bahwa sedianya Dirjen IKM siap bekerjasama untuk mengembangkan bukan hanya terhadap industri yang sudah ada tetapi kemungkinan ada industri kecil menengah lainnya yang bisa dikerjasamakan dengan menggali dan mengembangkan potensi-potensi yang ada dan terpencar di Kabupaten Donggala ini."Termasuk potensi-potensi yang ada di Sulawesi Tengah secara keseluruhan," tandasnya.

							

Post Author: Zhoel