Hari Kesehatan Nasional Ke-51 Tkt. Kab. Donggala

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-51 di Kabupaten Donggala berlangsung di Desa Watatu, Kecamatan Banawa Selatan, Selasa 17 november 2015. Kegiatan itu dirangkaikan dengan upacara 17 bulan berjalan, selaku Inspektur Upacara adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala H Aidil Nur SH MSi. Ketika itu sekda membacakan sambutan Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Prof Dr dr Nita Farid Moeloek SPM.

Tema kegiatan HKM tahun ini adalah Indonesia Cinta Sehat : Generasi Cinta Sehat Siap Membangun Negeri. Dijelaskan Aidil generasi cinta sehat adalah semua indonesia, dari berbagai usia, bayi, balita, anak, remaja, dewasa dan lansia turut serta dalam pembangunan kesehatan, mengingatkan kembali bahwa kesehatan itu harus dijaga, bergaya hidup sehat serta berpartisipasi dalam jaminan kesehatan nasional untuk dapat mencapai layanan kesehatan yang kuat. 51 tahun HKN adalah awal dari setengah abad baru memperjuangkan pembangunan kesehatan. ‘Ini merupaka usia yang mewakili sebuah kematangan dan kemapaman pembangunan kesehatan indonesia,” ungkap Aidil. Lanjut Aidil, di era 2014-2019 Presiden Republik Indonesia menggagas Gerakan Revolusi Mental dan menetapkan sembilan agenda prioritas yang disebut nawacita. Untuk sembilan agenda prioritas tersebut digunakan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional yaitu terwujudnya indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. “Melalui nawa cita butir 5, Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan, kualitas pendidikan, kesejahteraan dan kesehatan. Maka prioritas pembangunan kesehatan pada priode 2015-2019, melalui program indonesia sehat,” ujar Aidil membacakan sambutan menteri. Sambungnya, program indonesia sehat memiliki tiga pilar, yakni pertama Paradigma Sehat yang dilakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan kesehatan, penguatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya, penguatan pelayanan kesehatan, ini dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis resiko kesehatan. “Kemudian adalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Kartu Indonesia Sehat, dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan benefit serta kendali mutu dan kendali biaya,” terang Aidil. Ditambahkannya, upaya tersebut difokuskan pada empat program prioritas yaitu, percepatan penurunan kematian ibu dan kematian bayi, perbaikan gizi khususnya stunting, disamping juga memperhatikan penurunan prevalensi penyakit akibat inveksi dan pencegahan penyakit tidak menular, melalui perubahan perilaku keluarga dan masyarakat. Khususnya dalam pengenalan diri terhadap resiko penyakit. “Jamin Kesehatan Nasional, merupakan salah satu program kementerian kesehatan dalam mewujudkan Revolusi Mental melalui gotong royong, dalam pembiayaan kesehatan,” tambahnya. Lebih jauh dikatakannya, JKN merupakan solusi untuk menjamin dan memastikan masyarakat kuran dan tidak mampu untuk mendapatkan manfaat pelayanan kesehatan. Disamping mendorong kepesertaan mandiri, Pemerintah menyiapkan bantuan iuran untuk seluruh masyarakat miskin serta bertahap menggabungkan semua sistem pembiayaan kesehatan dari daerah agar memenuhi asas-asas portabilitas dan sistim jaminan sosial nasional. “Program ini telah berlangsung sejak tahun 2014, dan secara bertahap cakupan JKN, akan diperluas lagi agar target di tahun 2019, seluruh masyarakat Indonesia terlindungi,” tandasnya.

Post Author: Zhoel