Tak Berkategori

Lima Orang Masyarakat Donggala Meninggal Akibat AIDS

Kasus Acquired Immune Deficiency (AIDS) tiap tahunnya terus meningkat bahkan dari sejumlah kasus di antaranya telah meninggal dunia.  Enam bulan terakhir kasus tersebut telah menjangkiti masyarakat Donggala bahkan tiga orang penderita telah meninggal dunia karena akibat AIDS. Berdasarkan data enam tahun terakhir penderita AIDS mencapai 26 orang dan penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) 28 orang. Jumlah tersebut tercatat 17 orang telah meninggal dunia Lima orang diantaranya adalah orang warga Kota Donggala.

Data tersebut di sampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Donggala, Marie Walandow belum lama ini di Donggala. Angka tersebut cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya, ini belum termasuk yang tidak terdeteksi, kemungkinan penderita AIDS lebih besar dari yang terdata.

“Kalau tidak terus dilakukan sosialisasi dan upaya penanggulangan sedini mungkin, maka sangat mengkhawatirkan semakin bertambah, apalagi penyebabnya berada di Kabupaten Donggala sebagai sasaran penyakit AIDS dan HIV. Hal ini tidak lepas dari pesatnya pembangunan yang berimplikasi pada kian derasnya arus mobilisasi penduduk yang masuk dan keluar di wilayah Donggala,” ungkap Marie Walandow.

Saat ini kepedulian Pemerintah Kabupaten Donggala dalam memberi bantuan dalam kegiatan KPA masih kurang, dana yang diberikan jauh dari cukup. Sehingga, sangat terbatas dalam melakukan penyuluhan dan pemeriksaan sampel darah bagi orang yang kemungkinan terjangkit HIV/AIDS yang biasanya dilakukan dalam kegiatan bakti sosial atau pameran.

Donggala yang memiliki 16 Kecamatan, sangat terbuka dengan memudahkan orang datang dan pergi dengan bebas sehingga penyebaran AIDS sangat cepat penularannya.

Marie Walandow yang juga anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Donggala mengaku sangat khawatir terhadap gejala tersebut. Tapi katanya tidak ada jalan lain harus terus melakukan upaya antisipasi penularan HIV dan AIDS, meskipun dengan dukungan dana yang terbatas. Pihak KPA Donggala tetap melakukan sosialisasi dan kampanye penanggulangan bahaya penyakit tersebut. Beberapa kegiatan di lingkungan Pemkab Donggala dalam bentuk pameran, KPA berpartisipasi melakukan pemeriksaan darah untuk dideteksi sedini mungkin. Selain itu melakukan penyebaran informasi tentang bahaya AIDS, penyuluhan secara terbuka dan langsung kepada masyarakat.

Dengan kasus tersebut  pihak KPA meminta pemerintah Kabupaten Donggala betul-betul memberikan perhatian cukup dalam membantu kampanye tentang bahaya HIV/AIDS. Terutama pencegahan dini dengan partisipasi semua pihak.