Selasa, Maret 31, 2020
Home > Tak Berkategori > Aksi Rehabilitasi 100 Ribu Penyalahguna Narkoba Tanggung Jawab Bersama

Aksi Rehabilitasi 100 Ribu Penyalahguna Narkoba Tanggung Jawab Bersama

AKBP.-Sumantri-Sudirman-SH

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Donggala masih menggenjot upaya Badan Narkotika Nasional (BNN)

untuk melakukan aksi rehabilitasi pecandu narkotika sebanyak 100 Ribu orang. Dengan target tersebut, 100 orang diantaranya dibebankan BNNK Donggala untuk mengejar jumlah tersebut melalui sosialisasi, membuka Forum Group Discussion (FGD) dan pembentukan Satuan Tugas (SATGAS) anti Narkoba di sejumlah desa.

“Sampai awal bulan November 2015, BNNK Donggala telah menjaring penyalahguna narkoba sebanyak 22 orang,” ungkap Kepala BNNK Donggala, AKBP. Sumantri Sudirman, SH di ruang kerjanya belum lama ini.

Mantan Kepala BNNK Palu itu menjelaskan, jumlah 22 orang yang telah di jaring  11 orang diantaranya menyerahkan diri dan selebihnya tertangkap tangan sebagai pemakai dan pengedar.

Target tersebut terbilang sangat sedikit sehingga BNNK Donggala terus menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat guna menyampaikan bahwa pengguna narkoba sebaiknya menyerahkan diri sebelum tertangkap.

“Apabila penyalahguna narkoba menyerahkan diri secara sukarela tidak di proses hukum melainkan direhabilitasi untuk pengobatan yang biayanya ditanggung oleh negara,” kata AKBP. Sumantri Sudirman.

Kepala badan BNNK Donggala juga menegaskan, setiap penyalahguna yang menyerahkan diri melalui BNNK maupun Polisi akan dijamin tidak ditindak secara hukum kecuali terbukti merangkap sebagai pengedar.

Penyalahguna narkoba adalah orang yang sakit, maka dengan keadaan tersebut BNNK Donggala merubah paradigma yang lebih humanis dan manusiawi untuk merubah perilaku yang telah terkontaminasi oleh zat additive.

Terkait dengan perlindungan pelapor menurut Sumantri Sudirman pihaknya tidak menjamin pelapor namun tetap dirahasiakan. Oleh sebab itu untuk mendukung program pemerintah merehabilitasi 100 Ribu orang penyalahguna, maka BNNK Donggala melibatkan pemerintah setempat dan sejumlah tokoh karena pergerakan merehabilitasi penyalahgunaan narkoba bukan hanya tanggung jawab BNNK dan Kepolisian namun semua elemen terlibat dalam pergerakan tersebut