Kasman Lassa Bupati Pertama Kunjungi Pulau Pasoso

Pagi itu, Sabtu (21/2), riak ombak lebih tenang dari biasanya. Rombongan Bupati Donggala, Kasman Lassa bersama Ibu dan sedikitnya 10 Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), mulai menaiki Perahu Motor Cakalang 4, menuju Pulau Pasoso, satu dari sekian pulau yang berada di wilayah Kecamatan Balaesang Tanjung. Wartawan Metro Sulawesi Jose Rizal, yang ikut dalam rombongan itu menuliskan laporannya berikut ini.

Sebelum ke Pulau Penyu Hijau tersebut, bupati beserta rombongan terlebih dahulu mampir ke Desa Palau, untuk memenuhi undangan warga yang ingin bersilaturahim dengan pimpinan mereka.

Setibanya di desa yang diresmikan Bupati (Alm) Adam Ardjad Lamarauna pada 11 Mei 2007 itu, bupati terlebih dahulu mengunjungi masjid Al Ikhsan, untuk melihat pembangunan masjid yang masih sangat membutuhkan bantuan sejumlah bahan bangunan, terutama semen. Perjalanan ditempuh dari dermaga Labean, Kecamatan Balaesang menuju Desa Pomolulu kurang lebih satu jam.

Setiba di Pulau Pasoso, kesan yang pertama kali dirasakan bupati bukan hanya rasa kagum akan keunikan dan keindahan pulau tersebut, tetapi juga rasa miris melihat kondisi keluarga penjaga pulau itu yang menempati gubuk reot dan tidak layak huni. Padahal mereka sudah berpuluh-puluh tahun membaktikan dirinya, menjaga pulau dan habitat yang hidup di dalamnya dari ancaman pencurian nelayan luar daerah.

Satu-satunya Bupati Donggala yang mengunjungi pulau dan sudah terkenal hingga mancanegara tersebut, menghampiri serta membagikan sedekah kepada seluruh keluarga yang tinggal di pulau itu.

“Mereka inilah yang semestinya mendapatan penghargaan dan bantuan dari pemerintah, karena mereka telah berjasa menjaga pulau Pasoso dari ancaman pencurian Penyu Hijau,” ujar Kasman Lassa.

Ia kemudian melakukan pertemuan dengan warga dan pejabat Pemkab Donggala yang turut dalam rombongan berjumlah hampir 150 orang tersebut. Dalam pertemuan itu, bupati menyampaikan rasa optimismenya terhadap Pulau Pasoso yang memiliki banyak daya tarik. Terutama sebagai kawasan penangkaran Penyu Hijau dan terumbu karang serta aneka flora dan fauna lainnya, seperti kepiting, kenari dan burung kakatua.

Bupati mengharapkan agar seluruh kepala SKPD mencurahkan pikirannya untuk pengembangan wisata di Kabupaten Donggala, termasuk Pasoso.

Kemudian Bupati Kasman meletakan batu pertama pembangunan pos jaga dan tugu pengawasan jalur laut menuju Pasoso. Disamping itu, dilakukan juga peletakan batu pertama penangkaran penyu hijau.

Penangkaran penyu hijau yang sudah menjadi andalan Pulau Pasoso sejak berpuluh tahun lalu dikelola oleh petugas bernama Ahmad (52). Bupati sempat menyampaikan terima kasihnya kepada pria yang memilik 15 anak dan 10 cucu.

Bupati juga menginstruksikan kepada SKPD terkait untuk melakukan bedah rumah keluarga yang tinggal di Pasoso. Serta mengusulkan kepada kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Donggala, untuk memasukan Ahmad sebagai salah satu calon penerima penghargaan Kalpataru tahun 2015.

“Saya minta kadis PU segera mendata keluarga Ahmad, untuk dibangunkan rumah layak huni. Kepada Kepala BLHD, surat permintaan untuk menerima piala kalpataru sudah masuk ke meja saya. Itu permintaan langsung dari Jakarta. Orang seperti Ahmad ini saya minta diusulkan. Sejak kecil dia telah mengabdikan dirinya untuk daerah ini, yaitu dengan menjaga dan melestarikan Pulau Pasoso dan habitat yang hidup didalamnya,” kata Kasman di sela-sela pertemuan bersama SKPD.

Tantangan terbesar di pulau seluas hampir 50 hektar itu, terkendala tidak adanya air tawar. Keluarga Ahmad hanya mengandalkan air tada hujan yang digunakan untuk mandi. Sehingga rombongan yang terbiasa mandi minimal dua hari sekali, menjadi tidak nyaman.
Sebelum meningalkan Pasoso, bupati juga memimpin kerja bakti, membersihkan kayu yang berserakan di pantai beserta sampah plastik lainnya. Karena menurut bupati, dengan tetap menjaga kebersihan pantai, maka para penyu akan merasa nyaman untuk menetap di Pulau Pasoso.

Sebelumnya Camat Balaesang Tanjung, Syaifullah Kalape, mengatakan bahwa dua hal yang perlu diperhatikan di Pasoso, pertama perbaikan rumah penduduk dan yang kedua perbaikan dermaga yang kondisinya sudah mulai rusak.

Dermaga yang dibangun pada 2007 itu, sekilas masih terlihat berdiri kokoh, namun jika diamati lebih dekat, terdapat beberapa bagian papannya yang mulai rapuh.

Perjalanan Bupati Donggala Kasman Lassa ke Kecamatan Balaesang Tanjung tersebut, ditutup di Desa Malei. Dengan menaiki speed boat, bersama rombongan, bupati menghadiri undangan masyarakat serta melihat langsung lokasi pembangunan SMA yang dihibahkan oleh masyarakat setempat.

BACK